Sunday, May 26, 2019

Ngabuburit (2) Membuat Kandang Kucing


Gimana coba, kalau punya anak hobby banget memelihara berbagai binatang ?
Mau dilarang, malah jadi ngumpet-ngumpet. Seperti dulu waktu dia masih SD, tiap pulang sekolah ada saja binatang disembunyikan di saku bajunya atau di dalam tas sekolahnya. Biasanya berbagai serangga yang ditemukan di perjalanan pulang sekolah.

Ya sudahlah, Ibunya ngalah. Diizinkan memelihara binatang. Dengan syarat harus bertanggung jawab atas piaraannya. Ngasih makan sendiri, bersihkan kandang sendiri.

Nah ..., saat ini alhamdulillah tinggal ikan, hamster dan kucing yang dipelihara.



IKAN ditaro di sekeliling mushala. Cupang sepi sendiri di toples-toples. Koki asik melenggok bersama menfish di aquarium, dan Koi kecil seru-seruan di kolam air terjun mini. Aku masih bertoleransi dan ikut terhibur dengan ikan-ikan ini. Minimal merasakan kedamaian saat mendengar gemericik air di aquarium dan kolam koi.


HAMSTER awalnya umpel-umpelan juga di dekat mushala, cepat sekali mereka beranak - pinak. Aromanya rada mengganggu, dan aku berasa geli melihat mereka. Ya meski terkadang akupun ngakak, melihat kelakuan mereka yang lucu.

Nah, yang masih jadi masalah adalah KUCING. 
Dulu mereka sepasang kucing kecil yang lucu, jenis angora. Kandangnya di sembunyikan di ruang jemur. Kalau aku pergi, anak-anak melepas kucing dari kandang dan bermain dengan kucing di sana. Si Mbak terganggu dengan aroma kotorannya saat dia aktivitas cuci, jemur dan setrika. Diapun melaporkan padaku. Aku tertawa sambil tepok jidat.

Aku coba bicarakan baik-baik hal ini dalam musyawarah keluarga. Anak-anak gembira saat kuputuskan untuk  memindahkan ke garasi. Tapi sejak itu, semua orang yang masuk ke garasi juga terganggu dengan aroma kotoran kucing, hahaha gimana dong ?

Akhirnya aku ngalah. Kuserahkan area taman depan yang semula akan kupasang kembang kertas, padahal sudah lengkap dengan rambatannya. Hick hick … taman depan lhooo … di samping gugusan pohon melati kesayanganku. Disitulah tempatnya, diatas bak kontrol saluran air kotor yang ditutup cor-coran ukuran 80cm x 80cm. 

Okeee … Aku tepis dulu mimpiku tentang taman dengan bunga kertas merambat. Yang penting anak-anak senang dan si Mbak juga tenang. Harapanku, urusan buang kotoran kucing jadi mudah, karena disekeliling kandang banyak tanah dan pasir. 

Sekarang urusan design Kandang. Googling bentar dengan keyword “kandang kucing” , alhamdulillah muncul aneka gambar kandang kucing dan kandang kelinci. Gambar kandang dari Alibaba, cantik dan mudah ditiru. Kandangnya dibuat dua lantai dihubungkan dengan tangga. Aku coba edit-edit sedikit sesuai bahan dan tempat yang tersedia.

Kebetulan di rumahku ada steger yang sudah tidak terpakai. Daripada bikin berantakan, aku minta Bapak tukang kayu membongkar steger. Lumayan kaso-kasonya bisa buat bikin rusuk-rusuk kandang.


Bahan dan biaya yang harus keluar kira-kira seperti ini :
  • Untuk dindingnya aku beli triplek berlapis white board Rp.100.000,
  • untuk lantai dan variasi jendela depan aku beli multiplek Rp . 150.000
  • lantai juga dilapisi karpet plastik 2 meter Rp. 24.000
  • untuk ram kawat aku beli di toko baja, 1 meter Rp.110.00
  • beli beberapa engsel dan gembok aku lupa harganya. 
  • Untuk atapnya aku pakai asbes bekas, dipotong sesuai kebutuhan, lalu di cat dengan cat seadanya saja.

Daaan taraaa … akhirnya kandang kucing dua tingkat selesai. Huhuhu … ternyata tinggi juga dan menghalangi pemandangan dari rumah ke jalan raya. Dan dia jadi pemandangan pertama saat tamu masuk ke area rumah kami. Oke ngga apa-apa deh dalam setiap keputusan pasti ada plus dan minusnya.

Yang bikin lega adalah, anak-anak tetangga jadi senang main disitu. Beberapa Ibu nyuapin anak balita sambil nonton kucing. Yaaa ... setidak-tidaknya ada orang terbantu dengan keberadaan kandang kucing disana. Kupikir Islam mengajarkan konsep "Yang terbaik diantaramu, yang paling banyak memberi manfaat pada orang lain."


Oke … besok Ngabuburit-nya beres-beres apa lagi yaaa … ? hehehe hehee ... 😂😂
Ayo klik judul dibawah ini :

Ngabuburit (3) Trick Agar Dapur Sederhana Tetap Rapi Dan Nyaman

Ngabuburit (4) Tips Bikin Baju keluarga, Senada Tak harus Seragam

Ngabuburit (1) Merapikan Seputar Jendela Ruang Tamu


Ngabuburit (1) Merapikan Seputar Jendela Ruang Tamu


Ngabuburit. Apa itu ngabuburit ? Dan tahukah kamu apa itu ngabuburit
Jiaaah hahaha gaya bahasa apa ini? Maklum deh yaa ... efek bulan Ramadhan ngajarin bocah-bocah terjemahan surat Al Qoriah dan Al Qodr.

Oke jadi..., Ngabuburit setahuku berasal dari kosa kata Bahasa Sunda "Burit" yang artinya senja. Ngabuburit adalah suatu istilah untuk menunggu saat senja tiba. Dalam kontek bulan Ramadhan, tentu saja ini bermakna khusus yaitu aktivitas menanti saat berbuka puasa.

Ada banyak pilihan aktivitas ngabuburit. Hari ini aku pilih beres-beres taman. Kenapa coba pilih ini ? Hihihi, gara-gara anakku dapet tugas salah satu matkul, untuk memotret tampak depan rumah terus di print. Dan karena waktu udah mepet, maka yang termudah untuk dia, adalah motret depan rumahnya sendiri.

Aku kaget lihat hasil print, wakakaaa … tutup mataaa! Ternyata parraaaah ... berantakan banget tampak depan rumahku. Waaah emak-enak kudu turun tangan nih. Buatku beres-beres rumah adalah aktivitas berkreasi dan bersenang-senang. Jadi harus tuntas dalam satu gebrakan.


Aku pandangi hasil print ini dan hanya ku targetkan beberapa hal:
  1. Mengganti tutup tong sampah yang sudah belah
  2. Mengecat semua pot kembang 
  3. Mengganti pohon depan jendela dengan pohon bunga
  4. Merapikan jalur kabel PLN dan Telkom yang melintas depan rumahku

Eksekusi dimulai ...

Point 1, cat ulang pot kembang

Cukup mudah. Kebetulan punya cat hitam dikasih tukang kolam ikan Koi. Tentu saja ditangan dia, cat hitam yang sama, disapu tipis-tipis bisa jadi berkesan batu alam.  Ah aku sih, yang penting hitam dan muncul suasana baru. Huraay ... ! Sebentar saja selesai.


Point 2, ganti isi pot kembang pake tanaman hias berbunga

Ini yang paling asik. Beli pohon bunga harga Rp. 7.500 keperluanku hanya 10 pohon. Kebetulan si abangnya lagi obral bunga lain, dari harga 5000 jadi 3000 saja. ya sudah aku beli 8 pohon. Ahahaa uang Rp.100.000 masih kembalian deh wkkk. 

Aku bayangkan, pasti depan jendela akan ceria dengan bunga berwarna warni.

Faktanya yang paling bikin seneng adalah, setelah satu bunga layu, muncul pohon kecil anakannya disekeliling pohon yang kubeli, hiii ... asik asik asiiik.


Point 3, bikin tutup tempat sampah.

Kebetulan di garasi ada sisa mutiplek ukuran 60cm x 60cm dan tong sampah diameter-nya 55 cm. oke minta bantuan pakde ajalah dipotong bulet. terus di dempul, dicat dan diberi handel … Taraaa … tong sampah sudah punya tutup yang baru, tutup yang lama buaaang wkkk.




Hmmm … ternyata tutup tong sampah baru ini lumayan berat. Bagus juga sih biar ngga bergeming kalau ketubruk kucing puber wakakaaa. Naaah sekarang tong sampahnya, aku geser posisi dari depan jendela ruang tamu, ke bawah pohon markisa ah supaya ngga ganggu pemandangan. Ow la laaa ... body tong sampahnya masih kumel wkkk. Oke besok di pilox sajalah yang gampang.

Point 4, Merapikan kabel PLN dan Telkom

Ups ... Ini serombongan kabel menggelantung se-enak udele dewek (wkkk) dari satu rumah ke rumah lain. menjuntai di beberapa bagian meregang dibagian lain. oke oke ... Sementara ini cukuplah dirapikan lalu diberi klem. Khusus untuk yang menuju ke bagian dalam rumah diberi kabel Tray. Ngga lupa, klem kabel dan kabel tray dicat dulu dengan warna tembok.

Naaah akhirnya ... selesai sudah empat point Ngabuburit ala aku. Fokusnya merapikan seputar jendela ruang tamu, saja. Ngga buang waktu panjang, Ngga keluar uang banyak, dampaknya cukup lama, setidaknya rumah rada cerah saat lebaran tiba.

Padahal mah silaturahmi lebaran zaman now cuma lewat medsos doang yaaa. Percuma beresin rumah dan bikin kue kering wakakaaa ...
Tapi aku sih jadi ketagihan nih. Besok ngabuburit lagi ah. Beres-beres apa lagi yaaa. hehehe.

Simak juga acara ngabuburit aku yang lain, dengan klik judul di bawah ini

Ngabuburit (2) Membuat Kandang Kucing

Ngabuburit (3) Trick Agar Dapur Sederhana Tetap Rapi Dan Nyaman

Ngabuburit (4) Tips Bikin Baju Keluarga, Senada Tak Harus Seragam

Thursday, December 6, 2018

One Way Ticket To Brunai (Bagian 8) Terkunci di Negri Orang Wkkk

Menuju tengah hari di Kuala Lumpur International Airport. Sambil asik di depan laptop, sesekali aku cek Flight Status pesawatku dari Kuala Lumpur ke Miri. Di tiket sih tertulis pesawat akan take off dari GATE K4. Tapi di dekat gerbang Imigrasi, sempat aku lihat list pesawat di layar monitor, bahwa pesawatku berpindah ke Gate K6. Sebelahan banget sih kedua gate tersebut. Tapi aku ngga mau terulang kejadian seperti yang aku tulis dalam judulku yang lain yaitu :

Dan terdamparlah aku di Miri Serawak. 

Alhamdulillah sampai detik terakhir waktunya boarding, jam 12.15, ternyata posisi pesawatku memang di Gate K4, aku segera masuk dengan menunjukkan boarding pass dan pasporku. Dari gate dihubungkan ke pesawat melalui garbarata alias si jembatan belalai.

Setelah seluruh penumpang masuk, pesawat segera take off. Alhamdulillah cuaca cerah, dengan bantuan obat maag rasa sakit agak teratasi. 

Andai dari Kuala Lumpur (KL) aku ingin langsung ke Bandar Seri Begawan di Brunei, maka yang tersedia adalah pesawat pukul 06.10 besok pagi. Waktu tunggu yang panjang ini bisa saja dipakai untuk jalan-jalan di KL, asik sih ... tapi berarti kita harus menginap di KL, ada biaya Hotel. Kalau ngga mau di hotel pilihan lain adalah begadang duduk manis di Bandara sampai subuh, Hahahaa ... ! Tapi ini beneran lho ... orang-orang Bule di KLIA malah nyantai aja kok pada tiduran di Karpet. Kalau sudah hapal KLIA, pasti nemu deh area yang enak dan privat buat BOCAN alias bobo cantik, gratis dapet bonus pegel-pegel dikit, wakakaa. 😂😂


Aku sendiri lebih sering memlih terbang ke Bandara terdekat Brunei dari sisi baratnya, yaitu Kota Miri di Serawak. Miri masih sesama Malaysia, sehingga jumlah penerbangan KLIA - Miri, lumayan agak banyak. Dari Miri baru Aku menyebrang ke Brunai lewat jalan darat di Kota Kuala Belait. Disitu barulah istirahat. 

Pesawatku hari ini tiba di Miri dengan selamat jam 14.15, dan aku segera bergerak ke Kuala Belait. Sekitar setengah jam sudah sampai di Border keluar Malaysia, lalu melewati jarak yang cukup pendek, yaitu sekitar 10 menit perjalanan, sudah sampai di Border masuk Negara Brunai Darussalam.

Disitu aku bilang ke petugas bahwa aku akan mengurus visa on arrival dulu. aku diarahkan untuk bergerak ke gedung A. Di gedung A petugas Imigrasi memberikan Borang alias formulir, yang harus dilengkapi dengan beberapa lembar berkas persyaratan. yang terpenting adalah persetujuan pemerintah Brunai bahwa aku boleh tinggal di Brunai sampai satu tahun. Biaya pengurusan di Gedung A ini 20 Dolar Brunai sekitar 200.000 rupiah.

Urusan disini ngga rumit, Saat akan keluar dari gedung A petugasnya bilang,

" Bunda setibanya di Kuala Belait segera Medical Check-up di Jawatan kesihatan. Berikan hasilnya ke kantor Imigrasi di kota Kuala Belait. Bunda tidak bisa keluar dari Brunai sampai pejabat imigrasi mengeluarkan Dependent Visa." 

Wakakaaa ... kalimat yang terakhir ini nih rada serem ... "Tidak bisa keluar dari Brunai" kaya tahan kota deh jadinya.

Dan akupun terkunci di negri orang .... huhu hu ... ! 😢😢

Teman-teman, ikuti terus petualanganku di Brunai Darusalam selama menunggu Dependent Visa keluar, dengan Klik judul berikut :

Wisata Bandar Seri Begawan (1) PANTAI DI EMPIRE HOTEL








Wednesday, December 5, 2018

Wisata Bandar Seri Begawan (3) MASJID UMAR ALI SAIFUDDIN

Posisi mobil sudah di depan mesjid, sedangkan cuaca hujan petir dengan angin kencang. Hmm ... bagaimana aku bisa turun ke Mesjid ya ? Terlihat di sebelah kiri, lapangan yang luas, dengan panggung berlatar huruf arab terbaca "Muhammad saw". Sepertinya sedang ada perayaan besar. terlihat beberapa stand kosong. Satu dua orang terlihat berjuang menutup stand-nya, ditengah guyuran hujan lebat.

Akhirnya, kuputuskan untuk makan siang dulu. Berhenti sejenak di depan rumah makan terdekat, sama saja ngga bisa turun tanpa payung. Pastilah langsung basah kuyup. Kupikir harus masuk parkiran indoor dan itu biasanya ada di Mall. Melihat di google maps paling atas tertulis THE MALL. Oke aku coba cari makan siang disana, sambil menunggu hujan reda.

Betul saja ternyata satu jam kemudian hujan reda. Aku kembali ke mesjid ini, Yaa Mesjid Umar Ali saifuddin. Alhamdulillah ... senangnya akhirnya bisa turun dan masuk ke dalam pelataran mesjid.

Banyak sekali orang berduyun-duyun keluar dari mesjid. Mereka memakai pakaian khas Brunei. Laki laki dewasa dan anak-anak, memakai kemeja koko tangan panjang tentu dgn kerah berdiri, celana panjangnya ditutup dengan sarung selutut. Mayoritas jenis sarungnya adalah songket. Yang wanita memakai rok panjang dan tunik selutut bermotif sama. Lalu jilbab dengan warna yang senada dengan bajunya. Hampir semua begitu saja modelnya.

Semua orang yang berpapasan memberi ucapan salam atau sekedar mengangguk sopan sambil melempar senyum. Saat aku memotret suatu objek, beberapa orang memberi jalan, dan jika aku selesai dengan itu, mereka akan berkata " sudah kah ? " Waaah mereka ramah-ramah sekali.

Memasuki teras mesjid aku langsung ke tempat wudhu yang memanjang dengan tembok putih bersih berhias deretan jendela berbentuk kubah, lampunya unik aku suka. 
posisi tempat wudhu ada di sayap kiri mesjid. 

Dibalik tempat wudhu ada danau dengan perahu yang legendaris. Hmmm ... kayanya aku salah ambil sudut pandang deh. Pasti kalau motretnya dari sebrang danau, mesjid menjadi background buat perahunya. ahahaa ... yang dipikirin hasil foto-fotonya.

oke teman-teman ... ikuti terus petualanganku di Bandar Seri Begawan dengan klik judul dibawah ini.










Monday, December 3, 2018

Wisata Bandar Seri Begawan (2) MESJID JAME' ASR HASSANIL BOLKIAH

Penasaran pingin shalat duhur di Masjid yang terkenal ini. Menurut Google maps bisa ditempuh dalam waktu 21 menit dari Empire Hotel. Perjalanan memang selalu lancar di Brunei, belum pernah kena macet disini.

Setibanya di parkiran, masih di luar gerbang nomer tiga, aku termenung menatap mesjid dihadapanku. Aku membaca di beberapa artikel, mesjid ini adalah destinasi wisata. Hmmm ... aku harus luruskan niat dulu, bahwa aku kesini tujuan utamanya adalah untuk shalat, bukan wisata.


Saat itu panas matahari sangat menyengat, aku bergegas melewati gerbang bercat warna hijau armi berpadu emas, aih ... suka deh paduan warnanya.  

Tak jauh dari gerbang ada koridor panjang yang menghantar menuju teras mesjid. Nah lewat situ tentunya rada adem. rupanya koridor ini adalah tempat penyimpanan sepatu, di sepanjang sisi kiri dan kanannya hmmm ... indah dan fungsional.

Tiba diujung koridor, disambut  taman rindang  yang tertata rapi. Gemericik air mancur di taman samping masjid terasa menyejukkan.

Aku bingung berdiri di depan tangga teras yang sangat luas ini. Untuk shalat harus masuk lewat mana ? sebab ada banyak pintu besar yang indah. Aku coba membaca beberapa petunjuk arah.

Tak sengaja terlihat orang melambaikan tangan, rupanya dia petugas di masjid ini. Dia duduk dibelakang sebuah meja, dihadapannya ada buku tamu. Dia mempersilahkan para tamu mengisi daftar hadir. Tersedia banyak gamis hitam digantung rapi disebelah meja sang petugas

Di depanku ada sepasang tourist bule dan serombongan wajah-wajah bermata sipit. mereka diharuskan menutup tubuhnya dengan gamis longgar berwarna hitam. Lucu juga melihat mereka berseragam gamis hitam-hitam longgar.  Mereka berkeliling mesjid, menikmati keindahan ornamen-ornamen yang menghias dinding, lantai dan langit-langit mesjid ini.

Padaku petugas menunjukkan tempat wudhu dan shalat. Dia berpesan untuk mulai mematikan HP, dilarang memotret apalagi bikin video. Wakakaaa ... ini yang berat buat wisatawan, melewatkan view yang indah tanpa nge-dokum.

Aku melintasi teras indoor berhias air mancur dan tangga yg indah. Setelah itu jalur kearah tempat wudhu wanita disekat dari jalur utama dengan partisi tak masiv yang lubang-lubangnya terdiri dari ornamen indah.




Di tengah area tempat wudhu, ada kolam lumayan besar dengan beberapa air mancur. Suaranya bergemericik enak didengar. Orang bisa berwudhu sambil duduk menghadap air mancur tersebut. Bisa juga memunggungi air mancur di sekeliling tepian area wudhu yang bersih ini.

Naik ke tempat shalat, sudah terasa sejuk sekali padahal masih di tangga. Ruangan untuk shalat sebetulnya tidak terlalu luas. Detail ornamen ruangan ini aku tidak mampu mengingat, hahaha. Entah khusuk shalatnya atau justru nge-blank, wakakaaa. 😄😄😄

Hanya lampu disekeliling ruang shalat ini, aku ingat karena tampil agak mencolok. Menggantung ke langit-langit dengan ukuran besar, diberi sangkar terbuat dari emas kelihatannya. Dan aku ingat sajadah yang tebal dan empuk, warnanya dasarnya sama dengan lantai, sehingga saat sajadah tersibak seolah sama saja, keren menurutku.

Selesai shalat baru aku berkeliling Mesjid menikmati keindahan masjid diluar dan di dalamnya.
Mesjid yang sejuk ini bagai oasis di tengah panasnya Bandar Seri Begawan siang ini. Alhamdulillah ... bisa shalat duhur di masjid Jame' Asr Hassanil Bolkiah.

Ikuti terus petualanganku selanjutnya, berburu kuliner di Pasar Gadong dengan klik judul dibawah ini:

Ambuyat, Kuliner Khas Brunei atau

Wisata Bandar Seri Begawan (3) Mesjid Umar Ali Saifuddin





Wisata Bandar Seri Begawan (1) PANTAI DI EMPIRE HOTEL

Tiba-Tiba Nyeess Ademnya, Begitu Masuk kawasan Empire Hotel


Jelang tengah hari, kulintasi 110 km jalan mulus dan lancar dari Kuala Belait ke Bandar Seri Begawan di Brunei. Di kanan dan kiri jalan, pemandangan umumnya adalah hutan atau ilalang. Berkali-kali kulewati sekelompok pepohonan meranggas tanpa daun. Sungguh pemandangan yang jarang kutemukan di Indonesia, kecuali di hutan-hutan jati saat kemarau.



Belum lagi satu jam, mobilku sudah sampai di belokan menuju kawasan Empire Hotel, suasana langsung berubah. Nyeeess ... adem serasa berada di Bogor. Pemandangan indah dengan pohon-pohon yang rimbun. Cukup jauh masuk menuju hotel. Melintasi area Golf & Country club serta Theatre & Cinemas di kiri jalan, Li Gong Restaurant dan Logoon Building di kanan jalan. Akhirnya sampailah di parkiran.


Memasuki lobby hotel terasa lebih adem lagi, lupa kalau ini di Brunei. Turun ke lantai dibawahnya yaitu tempat makan, baru di ekskalator sudah disuguhi pemandangan pantai yg menawan, seolah memanggil kita bermain disana. Jadi istirahat sebentar saja, langsung ke pantai. 

Yang kita temukan disitu adalah, kolam renang yang dibuat seolah tersambung dengan laut, area tempat bermain pasir dan olah raga pantai,  yaitu Volley atau futsal. Yang menarik adalah, semenanjung yang menjorok agak ketengah laut. Untuk mencapai ujungnya kita menyusuri jalan yg teduh oleh rimbunnya cemara. Disana ada pendopo kecil untuk duduk menikmati pantai. 
Kesan keseluruhan dari Pantai di hotel Empire adalah tentang keadaan yang indah, rapi dan sangat bersih.

Tak terasa, waktu shalat duhur sudah hampir masuk, aku balik ke hotel rencananya mau shalat. Tapi terpikir untuk shalat di masjid saja, yaitu masjid Jami Asr Hassanal Bolkiah. seperti apa yaaa masjid ini ?

Ikuti terus catatan perjalanku selanjutnya di ibukota Brunei dengan klik judul dibawah ini :

Wisata Bandar Seri Begawan (2) MESJID JAME' ASR HASSANIL BOLKIAH