Showing posts with label My Poem. Show all posts
Showing posts with label My Poem. Show all posts

Tuesday, October 11, 2022

Waktu Tak Pernah Menunggu

Rasanya baru kemarin …

senyum dan sapa pertama kita 

di pelataran parkir Sekolah. 

Kita sama-sama mengantar dan menjemput  

balita-balita kita 

yang sudah mulai berseragam Sekolah Dasar.


Rasanya baru kemarin …

Menjalani enam tahun yang seru, 

berjilid-jilid diskusi terkadang debat 

di rapat-rapat orang tua murid. 

demi kebaikan proses pendidikan anak-anak kita


Rasanya baru kemarin …

Saat akhirnya kita berbagi tugas 

untuk bikin bagus prosesi upacara perpisahan SD 

putra-putri yang mulai beranjak remaja.


Setelah itu … waktu berlalu, 

dan kita tetap bersama 

nge-mall,

wara wiri maksi 

ngopi-ngopi cantik 

sampai koalisi bisnis 


Hingga Tiba-tiba … bulan ini 

Satu dari kita menghadiri wisuda sarjana, putranya

Dan tiba-tiba … malam ini 

Satu dari kita menggelar resepsi pernikahan, putrinya


Yaa ... satu dari kita menjadi mertua

mer-tua alias moro tuo 


Setelah satu dari kita menjadi mertua

Yang lain akan segera bersusulan


Dan seperti itulah nyatanya, 

waktu tak pernah menunggu

Kita telah menua bersama


Hingga detik ketika 

Satu demi satu putra putri tercinta 

Melangkah meninggalkan kita

Menempuh hidupnya yg baru

Dalam hening 

saat kesadaran bening

Nyatalah 

yang tersisa hanya sesama kita

sahabat lama, teman seusia

berbagi hangat persaudaraan

menuju pengujung waktu



Auditorium Buya Hamka, Al Azhar Blok M, Jakarta

12 Rabiul Awal 1444 H




Friday, November 30, 2018

Senja di Kuala Belait



Wahai langit ... 
mengapa kau lukis wajahmu begitu rupa ?
Apakah merahmu, berkisah cinta lara
birumu indah, berubah kelabu yang gundah ...


Ranting-ranting kasih kini meranggas
padahal ia tumbuh dari pasir putih yang suci
dibelai gelombang laut yang setia

Indahnya pagi kuharapkan
Rindu memandang burung burung liar
Yang menghangatkan tubuhnya


Di ujung dahan kering tanpa pucuk daun
kicaunya melagukan sebait istigfar
bersamamu aku tentram



Puji Hasti

Kuala Belait, Medio November 2018



Sunday, November 25, 2018

Padamu Sungai Aku Berguru






Wahai sungai ...  

Ajarkan padaku tentang teguhnya kesetiaan

Setia pada mereka yang berkhianat dua kali
Agar tak kusiapkan benci pada kali yang ketiga
Bukankah sepanjang masa ...
Dilemparkan padamu segala nista
Kau balas mereka dengan aliran kehidupan

Demi rindumu untuk menyatu pada lautan
Kau belai lembah tanpa pilih kasih
Terkadang ia hutan penuh semerbak bunga
Terkadang ia lembah penuh duri
Kepada Siapapun dibawahmu
Kau hanya bermaksud memberi

Manusia menyebutmu penghuni bumi
Sedangkan jernihmu cermin Sang langit
Nanti … di luasnya lautan
Kau hempaskan segala beban
Yang ditimpakan padamu sepanjang jalan

Dalam kemurnian cintamu kau melayang
Kemudian terbang melintas ruang
Tapi kemanakah engkau hendak datang 
Kepada bukit dan gunung yang menghadang
Kesetiaanmu yang terdahulu akan kau curahkan


Puji Hasti
Kuala Belait, 25 Nov 2018