Tuesday, October 6, 2020

INSIDE OUT

Tugas 4.2 JW83
INSIDE OUT
oleh : Puji Hasti
Pikiran kita adalah sebuah semesta raya. Dia bukan sebesar tempurung kelapa. Darinya terbentuk sikap dan tindak. Atasnya Tuhan minta pertanggung jawaban, kelak.
🐥 Hari jumat, terjadi peristiwa yang membuatku tak nyaman. Justru ditengah asiknya aku menulis sebuah naskah yang ingin kusetor.
🐥 Sabtu siang, kucoba melanjutkan naskah yang kemarin baru enam paragraf. Tulis, hapus … tulis lagi, hapus lagi. Duh apa ini ? Aku termenung sejenak. Mengapa jadi sulit meneruskannya. Kemarin sebelum peristiwa itu terjadi, menulis sangat lancar dan mudah.
Eeemh … Kuhembus nafas panjang. Lalu kucoba membuka naskah lain. Ahaaa, yang ini baru dua paragraf. Kubaca, sekali … dua kaliii … tiga kali … Huph … byuuur … Aku coba terjun menyelam ke dalam cerita itu dan mencoba menulis. Alhamdulillah Berhasil tiga paragraph lalu PYAAAR … BETS … !! Oowh koq macet lagi ? Uuuuuh …
"Apa iniiii … ada apa ini ? Aku bukan orang yang bekerja tergantung mood. Kenapa ? hey kenapa ?" Kesal rasanya, melihat jemari diatas keyboard tapi tak satupun kalimat bisa terungkap.
Kulirik kalender, Kamis dan Jumat selalu jadi hari tersibuk. Lelah badan itu biasa. Tapi peristiwa itu, nyeseknya di jiwa.
Celakanya aku baru menulis separuh ideku. Jangan sampai Sabtu ga setor tugas lagi !
“ Ayo Puji. Jangan menyerah … paling-paling ini cuma tembok tipis yang harus didobrak. “ Aku menyemangati diri sendiri.
Sekali lagi kuhirup nafas Panjang. Aha ... aku ingat. Ada sebuah lagu yang pernah membuatku sangat lancar menulis sebuah cerita. Dan cerita itu sudah dibukukan dalam buku antologi aku yang kedua. Yess, akan kucoba dengarkan lagi lagu itu, semoga membantu.
Kubuka Youtube dan kuketik " Himawari No Yakusoku " Ya, janji bunga matahari 🌻.. Tayang gambar Dora emon dan Nobita. Bibirku tersenyum, tapi video klip dan nadanya membuatku sangat ingin menangis. Lagu kuputar dua kali. Hati mulai nyaman …
Kulihat lagi naskahku. Kupaksakan menulis satu halaman. Hmmm … berhasil, tapi sangat kering. Ini ngga gue banget. Simpan aja, Ngga usah tayang !!
Akhirnya, kuhempas tubuh disofa. Kusambar sebuah naskah di meja. Cerita panggung buatan penulis favoritku. SLAP … drama tiga babak setebal 141 halaman selesai kulahap. Haaai … hatiku mengapa semakin kusut ? Aku Lelah dan tertidur masih dengan kaca mata.
🐥 Minggu siang, kucoba lagi melihat 3 naskah yang semuanya belum selesai. Memaksa diri untuk menulis. Yaaa, berhasil dan saat kubaca ulang … kering juga.
Aaargh … Apa peduliku dengan hasilnya. Yang penting kan sudah mencoba nulis !! Setelah itu … “ simpan, simpaaan saja, ini seperti bukan tulisanku !”
🐥. Minggu sore, putriku melendotkan tubuhnya padaku. Lalu mulai merayu,
“ Bu, nonton bareng sekeluarga yuuk … Aku dan kakak tugasnya udah pada selesai koq.”
“ Hemm Boleh. “ Kataku setelah menimbang-nimbang “ Nonton apa nih ?”
Anak-anak berunding, lalu sepakat nonton film lama dari pixar berjudul INSIDE OUT



Hanya film kartun, Tokohnya RILEY seorang anak yang bete karena dibawa pindah dari kota kelahirannya Minnesota ke San Francisco. Perubahan suasana rumah dan teman sekolah mengacaukan keadaan psycologis-nya.
Joy dan teman-temannya adalah penghuni alam pikiran Riley. Joy si faktor pemberi rasa bahagia, berjuang keras memimpin temannya si wajah biru pemurung yang bernama Sadness. Mereka berdua berpetualang hingga ke alam bawah sadar.
Anger si tubuh merah yang pemarah, ditemani fear si kurus yang penakut dan disgust si tukang jijik, mencoba bertahan membentuk alam fikiran Riley.
Ternyata tanpa Joy dan sadness, Riley mulai kehilangan rasa kekeluargaan bahkan sampai hilang kejujuran.
Kulirik putri bungsuku menangis, ketika film sampai pada suatu adegan. Satu demi satu bola kenangan manis Riley di masa kecil menghitam lalu hancur di alam bawah sadar. Gajah pink, si teman khayal di masa kecil, juga pupus tubuhnya setelah berjuang keras hadir lewat mimpi.
Sekarang, Kutakar suasana hatiku dengan film Inside Out.
Aaah ... mungkin aku cuma seperti Riley di ujung film itu. Aku butuh menangis sejenak. Meledakkan rasa kecewa dan sedih atas peristiwa kemarin. Andaipun permasalahan tidak selesai. Setidaknya komposisi hatiku normal kembali.
Joy dan Sadness dalam hatiku … kembalilah bertakhta seimbang di alam fikiranku. Aku memerlukan kalian berdua, tak hanya demi tulisanku tapi demi keselarasan emosi hidupku.

Resume OPENING & CLOSING

Tugas 4.1 JW83
Resume OPENING & CLOSING
Oleh : Puji hasti
Hampir semua kita pernah bermain boneka, aku juga. Kalau aku bonekanya ngga pake beli di toko. Pertama, sayang uangnya. Kedua, ribet kalau beli ! Hahaha, sebab aku perlu sangaaat banyak boneka.
Duluuu, Teman mainku bernama Tati. Aku dan Tati senang membuat kota boneka. Tembok kota terbuat dari deretan kardus pasta gigi dan aneka kardus bekas lain.


lenyaplah teras rumah tati, berubah jadi kota kami. Teras kanan adalah kotaku, teras kiri adalah kotanya Tati. Di antara kedua kota, tepat lurusan pintu rumah tati, ada jalur berbahaya. Ya, disana sering ada raksasa hilir mudik, hahaha. Tahu kan raksasanya siapa ? Sssttt ….
Boneka kami terbuat dari kain perca, bikinnya suka-suka. Yang penting bikin bulatan kepala. Dililit dengan kain perca untuk badan. Terakhir kasih gulungan perca kecil untuk tangan. Lalu ikat semuanya dengan seutas benang. Tarraaaa … sudah punya boneka !
Kalau jelek bagaimana ? Gampang … jadikan saja boneka itu sebagai tokoh hantu atau drakula. Kan kita sendiri yang punya kota, kita sendiri yang punya cerita.
Enam bulan ini … kerjaku menulis berbagai naskah. Aku merasakan menulis punya sensasi yang sama dengan membuat boneka.
Judul cerita, bagaikan kepala. seluruh cerita, adalah badan. Opening dan closing cerita, ibarat tangan kanan dan tangan kiri. Opening terletak pada paragraf pertama. Closing pada paragraph terakhir cerita.
Tadi malam di kelas menulis, Coach berteriak lantang.
“ OPENING berfungsi untuk membuat pembaca ingin membaca paragraf selanjutnya sampai selesai ! CLOSING berfungsi untuk membuat pembaca ingin mengikuti episode berikutnya !”
Tuh kan … closing dan opening memang kaya tangan. Tangan yang suka gandeng-gandengan ke sana dan kemari. Aku membayangkan tangan bocah yang nyebrang jalan beramai-ramai, wakakaaa …
Nah sesudah itu, Coach memberi tips n trik untuk penulisan opening. Kemudian dilanjut pembahasan closing. Coach kembali berteriak,
“ Sudah faham tentang closing ? Kalau sudah sekarang saatnya latihan opening dan closing. SEKARANG !“ …
Krik … krik …. krik …. !! Kelas sunyi ….
Aku senggol
Yessy Eria
, “ Say, yang diopeningkan dan diclosingkan naskah yang mana ?” Bisikku
Dia jawab pula dengan berbisik “ Buat yang baru … “ sambil menyembunyikan tawa.
“ Okelah kalau begitu, hehehe … “ Kemudian kami asik meluncur dan berpacu membuat cerita baru.
Kelas semakin sunyi. Keheningan yang menawarkan ketidakpastian.
“ HALLOOO … “ Kata Coach.
“ ya Coach … opening dan closing saja kan ? “ kata kak Nining
“ Ya Coach … “ Jawab Yessy Eria
“ Buat TULISAN dengan OPENING dan CLOSING yang WOW.” Coach menegaskan
“ sedang coba bikin Coach “ Jawabku
“ Kutunggu ya. “ coach memastikan.
Mendengar itu, Aku tak tahu lagi apa jawaban teman-teman lain. Dunia seperti berhenti berputar, aku tenggelam dan larut dalam cerita yang kubuat. Ada emosi kuat antara dua tokoh yang sedang kubangun. Karakter yang bertentangan tapi terikat oleh masa lalu yang sama.
Selesai satu episode cerita. Kutulis dua kalimat closing . Semua mengalir begitu saja. Ahaaa semudah itukah ? Iya laaah kan pakai trik.
Pandangan bergulir ke awal cerita. OMG, belum ada opening ! Kembali aku menyelam kedalam cerita. Kudapat dua kalimat untuk tokoh perempuan dan satu kalimat untuk tokoh laki-laki. Ahaaa opening selesai !
Untuk Judul bagaimana ? Duh belum ada judulnya. Yowes lah, ini kan tugas opening dan closing. Kutulis “ Belum Ada Judul ( bagian ke-1 ) “. Nah begini saja judul sementara. Tugas siap di kumpulkan. Yess !!
Saat kesadaran pulih, kulihat teman2 sudah mengumpulkan tugas. Alamaak … lambat sekali aku ini ! Coach sedang minta teman2 saling mengomentari naskah2 yang sudah terkumpul.
Untuk Naskahku, kak Indaharum memberi komentar
“ kerend. OPENING imajinatif, tidak bertele, membuat penasaran, mengandung percikan konflik, 3 kalimat. CLOSING menusuk kesadaran, pertanyaan jenial.”
Kak Nining sebagai ketua kelas juga berkomentar relatif sama.
Ditengah aksi saling komen tersebut, kak
Nining Ratnengsih
melempar tanya
“ bagaimana menentukan judul agar menarik dan sesuai cerita yang kita buat ?”
Satu detik kemudian Coach sudah menghamparkan sebuah jaring. Tips n Trik membuat JUDUL CIAMIK.
Yeaaaay … aku suka, aku sukaaa ! Berbagai ide untuk JUDUL naskahku ini bermunculan, dan aku bisa memilah dan memilihnya berdasar jaring dari coach.
Saat ini … Naskahku bagaikan boneka yang dulu kubuat . sudah ada judul sebagai kepala. Sudah ada opening dan closing sebagai tangan. Dan sudah ada cerita lengkapnya sebagai badan.
Penasaran ngga sih ceritanya gimana ?
3 hari lagi, insya Allah naskah itu akan digabung dalam sebuah buku antologi, bersama dengan naskah sobatku
Linna Rahman
. Dengan genre yang paling kuhindari yaitu Romance alias percintaan. uph serasa uji nyali !! wkkk …🤣 🤣

#JW83

Pemberontakan KEBO PUTIH

Tugas 3.3 JW83
Pemberontakan KEBO PUTIH
Oleh : Puji Hasti
🍁 Haka sedang duduk berhadapan dengan seorang tamu, ketika aku masuk ke ruangan itu. Segera tangan Haka memberi isyarat, agar aku ikut duduk bersama mereka.
“ Asti ..., temanku ini seorang aktifis waktu kuliahnya dulu. Dia menggerakan pasukan yang besar untuk beberapa demo di ibu kota. Benarkah yang kukatakan ?” Seperti itu, Haka mulai memperkenalkan tamunya padaku.
Setelah menghembus asap rokok, sang tamu tersenyum, lalu mengangguk padaku.
“ Yaaa … itu dulu, zaman kuliah.“ Pandangannya menerawang, seolah ingin menembus langit2 ruangan.
“ Dan tahukah kamu Asti ? Gara-gara mimpin demo, dia malah jadi dekat dengan pemerintah saat itu.” Haka menoleh padaku dengan senyum. Telunjuknya diayun ke arah tamu.
“ Yaaa, betul. Bahkan sampai sekarang. “ Sang tamu mengangguk lagi
“ AD-DINNU SIASAH ! …. Bla bla bla… ( sensor : lengkapnya ada di versi novel ) “ Demikian kebiasaan Haka, suka tiba-tiba mengucapkan kalimat dalam Bahasa arab.
🍁. Tak lama kemudian Haka bangkit, meninggalkan kami. Jadi, akulah yang kemudian menemani tamunya. Dari obrolan tersebut, aku jadi tahu seperti apa hubungan mutualisma dia dengan pemerintah yang dulu dihujatnya.
🍁 Sudah sore, Haka belum juga kembali. Hingga akhirnya sang tamu berpamitan. Akupun berangkat untuk sebuah perjalanan. Bergerak menuju arah surya tenggelam, menikmati lukisan alam.
🍁. Semburat hitam di langit jingga. Segurat kenangan masa kecil singgah tiba-tiba. Masa ketika, ibu menidurkanku dengan sebuah cerita.
“ Dahulu kala, di keraton Demak. Jaka Tingkir terusir dari kraton, karena sebuah masalah yg dianggap pelanggaran. Setelah itu terjadi kekacauan, disebabkan seekor kebo putih mengamuk. Tak ada yang bisa menaklukannya. Raja gelisah, rakyatpun resah. “
Tentu saja ibu mengisahkannya dengan sangat memukau. mimik wajah dan nada bicaranya melambungkanku ke alam tak terjangkau. Ibu melanjutkan kisahnya,
“ Datanglah Jaka Tingkir, dia menaklukan amukan kebo putih. Atas jasanya itu, Raja mencabut kembali pengusiran atas diri Jaka Tingkir. Bahkan menghadiahkan keraton Pajang padanya. Tak hanya itu, rajapun menitipkan putri kandungnya untuk pendamping hidup. “
🍁 Seperti biasa ayah duduk tenang ikut mendengarkan. Namun besoknya ayah memanggilku. Katanya,
“ Asti, Ibumu berkisah sejarah dalam bentuk cerita rakyat. Haruslah dalam Bahasa yg mudah dicerna awam, dan menentramkan masyarakat. Sesungguhnya disana ada kiasan dan isyarat. Temukan isyaratnya dan terjemahkan. Dari sana ada banyak pelajaran yang bermanfaat.”
Beliau melanjutkan,
“ Kebo/kerbau ngamuk adalah kiasan dari demo, kerusuhan, dan pemberontakan. Mengapa kebonya putih ? Putih lambang suci bersih. Berarti dalang dari pemberontakan adalah kelompok orang yang dikenal suci atau rohaniawan.”
🍁 . Saat itu, Aku belum sanggup mencerna penjelasan ayah. Semuanya masih samar dan gelap. Segelap lukisan senja yang kini berganti malam. Ingin rasanya segera sampai di tempat tujuan. Akan kubuka lagi lembaran novel yang di tulis Om Pram. Novel itulah yang merinci gaya pemberontakan Kebo Putih.



🍁 . Kisah ken Arok di Tumapel (1182 - 1247), telah diulang nyaris sempurna oleh Jaka Tingkir di Demak (1549 - 1582). Dan kisah mereka berdua, diulang kembali oleh tamu Haka yang tadi siang kutemui.

*******

“ Sungguh pada kisah-kisah mereka itu, terdapat pelajaran bagi orang-orang yang menggunakan akal.” ( Al Qur'an Surat Yusuf ayat 111 )

SUMPAH karena SAMPAH

Tugas 3.2 JW83
SUMPAH karena SAMPAH
Oleh :
Puji Hasti
Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu ( Ali bin Abi Thalib )
🌷 Lewat video call dia bercerita padaku tentang serunya mepersiapkan properti panggung. Saat itu adalah menjelang pentasnya di Taman Ismail Marzuki.
“ Property panggungku ga banyak koq bu. Cuma bangku-bangku yang kami bikin sendiri dari bekas kotak buah. Kotaknya kita bersihin terus dicat warna-warni. Hehehe. ” Katanya mengawali cerita.
“ Kotaknya, aku minta dari abang jualan buah di Pasar Becek, Bu. Hehe hehe! … Ngangkutnya pake motor bolak balik, hujan pula. Soalnya kami kan butuhnya banyak. Sedangkan satu kali jalan, aku cuma bisa ngangkut tiga kotak. Mana kotaknya kebanyakan kotor dan bau. Baju seragamku sampai ikutan kotor dan bauuu hahahaha.” Celotehnya sambil terus tertawa-tawa.
🌷 Akupun tertawa, sesungguhnya hanya karena melihatnya tertawa. Di satu sudut jiwaku terasa pedih. Betapa tidak, dulu kutulis belasan naskah skenario untuk pentas abang-abangnya. Aku punya team yang menyiapkan kostum dan property. A sampai Z pementasan, pra hingga pasca produksi, semua dibawah kendaliku.
🌷 Lalu anak ini, selepas SMP, mengikuti panggilan jiwanya. Dia bergabung di sebuah komunitas teater. Justru setelah jarak antara aku dan dirinya, terbentang di antara Bandar Seri Begawan ke Jakarta.
🌷 Besoknya, dia ngajak video call lagi. Dia tunjukan undangan pentasnya. Sedetik kuhafalkan tanggal yang tertera di tiket itu. 21 September, pukul 19.00.
“ Ibu mau beli nggaaa tiketnya, tapi mahal lhoo ! haha haa.” Katanya masih ceria seperti kemarin. Aku tersenyum geli. Semahal-mahalnya tiket pentas dia, masih jauh lebih mahal tiketku pulang ke tanah air.
“ Oke, Ibu beli 6 tiket. Nanti Ibu transfer uangnya ke rekeningmu, yaaa.” Seketika matanya terbelalak, lalu berteriak sambil berjingkrak.
“ Yeaaaay … makasih ibuuu. Teman-temanku pasti senang. Love you mom. ” Diberinya aku kiss bye.
🌷 20 September, Masih kuingat sore itu ...
Kutembus tapal batas Brunei menuju Malaysia Timur, lewat jalur darat. Setelah itu, bergegas mengejar penerbangan terakhir dari Miri Airport ke kuala Lumpur Airport.
Di Miri pesawat delay 1 jam. Dilanjutkan penerbangan dari Kuala Lumpur ke Jakarta, pesawatnya delay lagi hampir 2 jam.
Aaargh … !! Bisa-bisa aku kehilangan moment persiapan terakhir, jelang pentas putriku.
🌷 Benar saja, tiba di rumah jam 01.30. Kuintip kamarnya, dia sudah terlelap. Kuperiksa dua tas yang tergeletak di lantai. Satu tas sekolah berisi buku pelajaran sekolah. Satu tas lagi berisi kostum panggung dan aneka pernik untuk pentas. Dia sudah menyiapkan semuanya, sendirian.
Baiklah … aku istirahat di kamarku.
🌷 Terbangun untuk shalat subuh, karena seseorang mencium tanganku.
“ Ibuuu … Ibu pulang ? Benarkah ibu pulang demi menonton pentasku nanti malam ?” Suara lembut itu terdengar kekanakan.
“ Iya … “ Jawabku serak. Kutatap wajahnya sambil membelai kepalanya.
“ Oowh … makasih ibuuu, love you “ dipeluknya aku erat-erat.
Saat aku berusaha duduk, aku baru sadar bahwa dia sudah berseragam lengkap dengan tas dipundak. Kulirik jam dinding, masih jam 05.20.
“ Bu, aku berangkat ke sekolah lebih cepat ya. Harus koordinasi urusan teater. Aku penanggung jawab transportasi untuk crew dan tamu-tamu undangan. Aku tersenyum dan menganguk. Lega atas kemandiriannya.


🌷 Akhirnya malam itu, di panggung auditorium Taman Ismail Marzuki, pentas dimulai. Aku sudah duduk manis, dikursi yang paling strategis. Kamera sudah siap mengabadikan aksinya.
" SAMPAH " adalah judul drama yang digelar.
Aku berdecak tak percaya. Putriku yang lembut dan manja, dipanggung ber-acting bagai preman pasar. Hiiih ... Merinding !
Dia sedang berperan sebagai anak SMA yang orang tuanya, melulu sibuk mencari uang. Kurang perhatian dan kasih sayang, diobati dengan bergabung dalam komunitas sampah.
Ya SAMPAH … sampahnya masyarakat.
🌷 PLAAAKK ... PLAKK !! aku merasa ditampar bolak balik. Ini terasa sangat nyata dan serba tak terduga. Aku dibikin shock. Tentu saja, sebab aku tak pernah melihat latihannya. Tak pernah baca skenarionya.
🌷 Batinku berteriak,
“ Putriku sayang … cukup di panggung dirimu jadi preman. Ini sungguh pemandangan yang mengerikan. "
🌷 Terima kasih Tuhan. Sudah memberi peringatan, melalui sebuah pementasan. Aku ber-SUMPAH untuk menjaga putriku, agar tak jadi SAMPAH.”

CINTA ala BARISTA

Seringkali sang waktu, menyelesaikan semuanya. Kekonyolan dimasa lalu, menjadi bahan tertawaan hari ini. Keangkuhan kala itu, menyisakan penyesalan kali ini. Kasih sayang … mengapa dia abadi di hati ?
*****************
“ Kamu pesan apa Asti ?” Nada bicaranya sangat lembut, lebih lembut dari lagu katon bagaskara yang diputar di kafe mungil Ini.
“ Affogato … “ Jawabku sambil membuang pandang ke arah jendela. Tak sanggup membalas tatapannya.
“ Ada lagi … hmm … ?” Nada yang memanjakan.
Aku menggeleng.
“ Untuk saya capuccino saja … open bill ya. Pesanan lain menyusul nanti.“ Kudengar Rio bicara pada seorang barista. Gerak tangannya mengisyaratkan agar barista itu segera menjauh dari kami.
Hening … kami berdua diam. Sejuta kata, hanya berkecamuk dalam dada. Kenangan lama, menari-nari di kepala. Antara tangis dan tawa, antara yang indah dan suram.
Terdengar jelas, suara emas katon bagaskara dalam reff :
“ Kau mainkan untukku sebuah lagu, tentang negri di awan. Dimana kedamaian menjadi istananya … “
Aaargh ... lagu ini menyeretku pada kenangan yang ingin kutendang. Hari-hari ketika kami tertawa penuh cita. Merancang sebuah pesta dan rumah sederhana yang bahagia.
Satu mug capuccino hadir dihadapan Rio. Dua gelas kecil disuguhkan untukku. Satu gelas bertangkai, satunya lagi gelas berkuping.


“ Yang ini es krim. Ini satunya lagi apa ?” Selidik Rio. Pandang matanya berpindah antara aku dan barista.
“ Yang itu kopi pahit arabika Gayo, Mas .” Barista itu menjawab, lalu membungkuk berpamitan untuk pergi.
“ Astagfirullah Astiii, jantungmu ngga akan kuat kena arabika. Ini bisa membunuhmu. “ Rio berbisik, matanya menatapku tajam. Tangannya kutepis saat akan meraih gelasku yang berisi kopi gayo.
“ Cinta kita seperti affogato Rio… “ Kataku tiba-tiba tanpa sadar. Rio diam terduduk.
“ Lanjutkan, aku mau dengar … “. Tatapannya penuh harap.
“ Awalnya, Dia lembut, manis dan lezat, seperti eskrim vanilla ini. “
“ Lalu … ?“ Entah kenapa, senyum tersungging dibibirnya. Seketika lesung pipit terbentuk dipipi.
Hening … kuambil gelas kopi arabika dan menyiramkanya di atas eskrim. Mula-mula warna hitam menjadi lukisan diatas dua bola eskrim. Perlahan eskrim itu tenggelam separuh, lalu sepenuhnya.
“ Lalu … bagaimana …?“ Desak Rio.
“ Lalu, hanya tinggal hitam, gelap, pahit.” Kuucapkan dengan penekanan.
“ Aaah … Begitukah menurutmu ?” Ada nada kecewa tapi tak mengurangi kelembutannya.
Misiku sudah selesai, semoga dia tak lagi menyimpan harapan padaku. Terlalu lama didekatnya, aku khawatir terjebak dalam romansa masa lalu.
Aku menyambar tas, berdiri dan mengeluarkan dompet. Setelah itu melenggang menuju kasir. Aneh, dulu Rio selalu mencegahku jika melihat gelagat akan mentraktir dirinya. Dia berubah sekarang ? Entahlah. aku enggan untuk menoleh ke arahnya.
Tiba tiba Rio mengejarku … menghadang dengan gelas eskrim ditangan.
“ Wooow Astiiii, kamu benar tentang cinta kita …”
Kulirik gelas yang sedang di aduk-aduk dengan sendok. Dia menyantap affogato-ku dengan lahap.
“ Ini tetap manis, tetap lembut, aromanya sangat kuat. Warnanya bukan gelap dan hitam. Lihatlah ini coklat muda. “ Tingkahnya macam salesman.
“ Plis Asti, Maafkan aku yang dulu … Ayo kita mulai lagi semuanya dari awal. Sebab cinta kita seperti affogato.” Pintanya setengah berbisik.
Aaargh … Affogato memang lezat. Aku, salah bikin analogi !!

*********

Cerpen "CINTA ala BARISTA" adalah Tugas 3.1 di kelas JW83
Satu kelas dapat challenge dari
Icha Wulandari
dengan promt "MANTAN !" . Soulmate-ku
Yessy Eria
, tetiba ngelirik ke arahku sambil ngakak. Sebab dia tahu, Aku paling ngga suka bikin cerita romance.
Masih mending tuh aku disuruh nulis cerita horor. Nulisnya sih lancar, cumaaa ... sambil merinding-merinding gitu. Coba deh, Klik link dibawah ini

Temen-temen, Boleh banget yaa, kalau mau nulis saran, pesan, atau pertanyaan di kolom komentar dibawah. Makasih ...





REKOR Nonton DRAKOR Demi SETOR Tugas MOLOR

Tugas 2.3 JW83
REKOR nonton DRAKOR demi SETOR tugas MOLOR
Oleh : Puji Hasti
🇰🇷 Dulu, belasan tahun yang lalu aku akrab dengan para penggemar Drama korea ( Drakor ). Dari mulai teman-teman senam, sampai teman ngaji. Dari teman sesama ortu di sekolah anak, sampai teman kerja. Itu kesukaan mereka walaupun bukan kesukaanku. Dan itu semua ngga masalah, kami tetap bersahabat.
🇰🇷 Delapan tahun yang lalu, Ibuku minta tinggal di rumahku. Ponakan-ponakan jadi sering menginap karena kangen neneknya. Diantara mereka, ada yang senang menonton Drakor. Mungkin sebagai hiburan sepulang kerja. Ibupun ikut nonton drakor.
Terkadang Ibu ingin menonton, tapi ponakan sedang pergi kantor. Dan ibu sulit membedakan antar tokoh dalam film. Jadi berulang kali bertanya padaku. Lhaaa aku ngga pernah ikut nonton. Maka aku coba temani Ibu nonton agar bisa membantunya. Itulah pertama dan terakhir aku nonton drakor. Demi Ibu …
🇰🇷 Enam bulan yang lalu, setelah wabah covid. Aku banyak diam di rumah. Dan terpikir untuk berlatih menulis. Seorang sahabat menyarankanku untuk belajar di JW ( Jenius Writing ). Aku gabung dan olalaaa …
Aku mulai gemes dengan kemalasan yang kupelihara. Kebodohan yang terus ditimang dipangku. Aku Ingin berubah. Dari coach aku faham trik dan tips menulis. Dari teman2 komunitas JW aku memahami penerapan trik n tips tersebut.
🇰🇷 Empat hari yang lalu, aku membaca status FB seorang temanku di JW yang tulisannya selalu keceh. Dia tulis begini,
“ Yang udah nonton Hyde Jkyll & Me sampai episode 8, sepakat kan bahwa plot twist nya bagus ? “
Aku segera baca komen-komennya, fahamlah aku bahwa itu DRAKOR ahahaa …
Aku buka laptop dan jreng jreng jreeeng … Aku nonton sampai episode 8. Dan ku akui plot twistnya keren banget.
“ Ibuuu … sejak kapan seneng nonton drakoooor ?” teriak keluargaku dengan bingung.
“ Apapun Ibu lakukan, jika dampaknya tulisan ibu bisa membaik.” Jawabku sambil tertawa.


Lalu setelah itu apa ? Apakah tulisanku makin bagus. Belum sih …
Dampak yang jelas, aku jadi tekor untuk setor tugas JW83. Jadwal nulis berganti jadwal nonton. Bablas pulak sampai episode 15.
Naaah … kan !! Oke cukup, aku harus berhenti sampai disitu.
🇰🇷 Kemarin sore aku mulai menulis lagi. Meski Cuma punya waktu di dalam mobil saat perjalanan ke luar kota. Puyeng ? Karuan saja, apalagi pas di toll layang japek yang bergelombang. Laptop seperti berjingkrak. Deretan huruf-huruf yang kuketik seakan berjoged Ngga apa-apa, demi nguber tugas2 yang molor.
🇰🇷 Barusan anakku teriak. “ Ibuuu … ada kiriman paket buat Ibu. Kayaknya isinya buku. ”
Aku tertawa senang, yang kutunggu akhirnya datang.
🇰🇷 Berarti mulai malam ini, aku akan coba lahap dua buku ini. Buku yang ditulis
Lutfi CoachLutfi
. Judulnya "Cara Gila menjadi Waras" dan "Jejak Sang penulis" .
Bismillah … semangat baca dan nulis jangan kasih kendor. Ga masalah kalau memang harus nonton drakor. Asal jadwal setor tugas ngga pake molor.