Friday, November 16, 2018

Kenalan yuk



Haaai …Aku Puji Hasti, Bukan Penulis. 

Hahahaa … Ampuuun. Terus ngapain bikin Blog ??


Begini, aku diasuh dan dibesarkan oleh seorang Ibu yang mendidik putra-putrinya dengan CERITA dan LAGU. Dari cerita dan lagu itulah, kami mengambil banyak pelajaran, tanpa merasa digurui.

Naaaah … kata orang sih “So Mother, So Daughter” begitulah ibunya, begitu juga putrinya. Artinya aku senang bercerita yaaa … hahaha (Ssstt ... suka nyanyi jugaaa, tapi cuma di kamar mandi, wkkk).

Saat berteman dan bersahabat aku senang bercerita seperti guru TK. Ketika jauh dari sahabat-sahabat, mereka kangen ceritakuuu (ge-er banget aku ya ? wkkk). Maka aku coba cerita lewat medsos misalnya WA dan FB. Tapi ini cepat tenggelam dalam lautan chating dan posting, padahal aku nulis cerita itu susah lho. Meluangkan waktu, tenaga dan fikiran ck ck ck …

Akhirnya aku coba nge-vlog, dan beberapa sudah aku share lewat chanel Youtube “Puji Hasti“, (ayo ayo … subscribe chanelku yaa, hehe). Sayangnya aku kurang rajin ngedit, jadi cuma sedikit yang jadi video. Hal lain, video juga kurang mewakili "bahasa perasaan" (cieee … apa itu bahasa perasaan ? wakakaa).

Intinya, ada hal-hal yang hanya bisa di-deskripsi-kan dengan kata-kata baik lisan ataupun tulisan. Dan kuakui, terjadi juga sebaliknya saat aku menulis, ada hal yang sebenarnya lebih mudah alias lebih efektif jika disampaikan dalam Bahasa visual, baik foto ataupun video.

Makaaa, akhirnya ... aku putuskan bikin Blog, untuk saling melengkapi dengan kisah-kisahku di chanel Youtube "Puji Hasti".
Yuk baca Blog aku … boleh juga komen koq. 

Wasalam
Puji Hasti


One Way Ticket to Brunai (Bagian 7)



Daster ... Semakin Terdepan, Wakakaa …


Tiba di KLIA2, langsung menyambungkan HP ke wifi bandara. Aku ketik flight status pesawatku selanjutnya, untuk terbang ke Miri Airport di Serawak. Ternyata posisinya di Gate K4, hmmm rada diujung sih. Oke ngga apa apa, anggap jogging aja deh.

Kubaca rambu/sign, Aku ikuti adalah arah "TRANSFER DALAM NEGRI". Yaaa .. karena KLIA dan Miri Airprot sama-sama di Malaysia. Rencananya dari Miri aku menembus tapal batas negara, lewat jalur darat saja. Yaitu dari kota Miri di Serawak Malaysia ke kota Kuala Belait di Brunai. Jalur ini paling hemat dari segi waktu dan biaya menurutku.

Melewati lagi gerbang imigrasi, diperiksa paspor dan di-scan barang bawaan.Selanjutnya  kususuri lorong-lorong dengan mengikuti rambu-rambu yang menunjukkan ARAH GATE K4. Hmmm hampir 45 menit aku berjalan sejak tiba di KLIA2.

Tiba di gate K4 dalam keadaan cukup letih, sambil menahan perut yang perih. Ada waktu hampir tiga jam menunggu penerbangan selanjutnya. Di depan gate K4 kebetulan juga tersedia kursi pijat. Hmmm ... menggoda ! Tapi bagiku suasana di KLIA sangat nyaman untuk kerja, banyak spot meja kerja lengkap dengan wifi kencang. banyak juga charge area. Aku mulai pilih lapak untuk gelar laptop dan nge-charge beberapa peralatan elektronik.

Asik kerja disitu tak terasa hari mulai siang, aku coba buka jaket Hoody-ku. Daaan ... Olalaa, menyeruak aroma minyak kayu putih dan minyak GPU, wakakaaa. Egepe aah disini sepi, toh aku jauh dari orang-orang.

Tapi saat akan me-refill botol air minumku, aku bingung bagaimana aku meninggalkan tempat dudukku ?? Masalahnya aku ini dari Jakarta, cuma pakai daster, hihi hii. Takutnya nanti orang bingung, Ini emak2 apa mau berobat ke Puskesmas, apa mau ke Brunai transit di Malaysia ?


Kalau mau faham urusan DASTER ini, Baca dulu deh ceritaku sebelumnya hehehe …

One wayTicket to Brunai (bagian 2) dengan sub judul “ Ngebut Nyiapin acara Dengan Dress Code White & Gold “

One wayTicket to Brunai (bagian 3) dengan sub judul “ Jati Cina Oh Jati Cina “

One wayTicket to Brunai (bagian 4) dengan sub judul “ Antara Pergi atau Batal “

Jangan lupa, dinggalkan komentar disini sesudah baca yaaa ... makasiiih ... 


Wednesday, November 14, 2018

One Way Ticket to Brunai (Bagian 6)


Do & Dont, Di Dalam Pesawat


Tiba di depan Gate 2 pada pukul 05.20, seperempat jam sebelum waktu boarding. Kusempatkan menyapa keluarga, dan team kerja melaui grup WA. Kusampaikan nomor pesawat dan waktu flight pesawat.

Maklum seminggu yang lalu pesawat Lion Air JT610 kecelakaan dan merenggut lebih dari 100 nyawa. Dan kulihat keluarga korban, terkadang tidak tahu nomor pesawat yg membawa keluarganya. Sebab korban justru share foto selfie di bandara dan di dalam pesawat, yang secara umum kurang informatif jika situasi memburuk.

Aku sendiri selalu share di Grup WA keluarga, foto tiket yg memuat data: nomer pesawat, bandara tujuan, nomor kursiku sebagai penumpang, jam boarding, jam flight dll.

Selanjutnya aku boarding - masuk pesawat, dan penerbangan segera dimulai. Kupastikan kedua HP-ku mati, agar tidak mengganggu sistem navigasi pesawat. Kulihat beberapa orang masih asik chating dan selfi, termasuk dua bule yg duduk di depanku. Ampuuun … hari gini, ga ngerti-ngerti deh, bahwa itu mengancam keselamatan se-isi pesawat. Pramugara mengamankan situasi, termasuk yg menutup kupingnya pake earphone, diingatkan bahwa hal itu membuatnya tidak mendengar instruksi dari awak pesawat, jika ada keadaan darurat. Pramugara bicara dengan nada lebih menekan, syukurlah akhirnya pada nurut.

Take off selesai sudah ... kunikmati pagi yg cerah, dengan lukisan awan yang indah, Subhanallah !!

Sarapan sudah kupesan saat pesan tiket online, jadi harga lebih murah dibanding dadak pesan diatas. Kudengar pramugara menawarkan sarapan pada negro di depanku, dengan harga 57K (Hehe makanan yg sama aku dapat di harga 30K ). Saat negro ini komen bahwa itu terlalu mahal, Pramugara berkilah Sebab Tuan akan segera menikmati sarapan ini, diatas ketinggian 35.000 kaki diatas permukaan air laut.” Negro ini tertawa dan akhirnya memesan juga. Heheee ...

Selalu ada teman duduk yang asik di setiap penerbangan. Kali ini disampingku duduk seorang Bunda yg smart. Dua jam ngobrol ga terasa. Dia berbagi info dan tips untuk dapat beasiswa, yg sudah n sedang diraih anaknya untuk study Australia, S2 di MelBourne dan S3 di Canberra. 

Aaaah Trims Bundaaa …

Teman-teman baca terus petualanganku ke Malaysia dan Brunai dengan klik judul di bawah ini :

One way Ticket to Brunai (Bagian 5)

Berkisah tentang tips untuk menghemat waktu saat Check In, tips untuk menghemat lembaran paspor, dan tips untuk memastikan posisi pesawat.

One Way Ticket to Brunai (Bagian 7) 
Berkisah tentang fasilitas-fasilitas di Bandara KLIA2 dan bagaimana cara mencapai gate selanjutnya.

One Way Ticket to Brunai (Bagian 1) 

Buat teman2 yang belum baca awal kisah ini.